Meriah! Event Pacuan Kuda dan Seni Budaya Trisatria Cup 2025 Resmi Ditutup, Kapolres Bener Meriah Serahkan Piala kepada Para Juara

Redelong — Event Pacuan Kuda dan Seni Budaya Trisatria Cup 2025 resmi ditutup pada Minggu (4/5/2025) dengan penuh kemeriahan. Ribuan masyarakat tampak memadati Lapangan Pacu Kuda Sengeda, Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, untuk menyaksikan langsung aksi para joki yang memacu kudanya dengan penuh semangat.

Tercatat, sekitar 5.000 penonton hadir dan turut memeriahkan jalannya perlombaan yang menjadi bagian dari pelestarian budaya Gayo ini. Selain masyarakat umum, acara penutupan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dir Intelkam Kombes Pol Mohammad Ali Khadafi, S.I.K., Wakil Bupati Bener Meriah Ir. Armia, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., Ketua Panitia Rudy Sabar Uddin, para kepala SKPK jajaran Pemkab Bener Meriah, serta perwakilan dari empat kabupaten yang turut ambil bagian dalam event ini.

Suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang solid antara berbagai unsur pengamanan, seperti Polres Bener Meriah, TNI, Brimob, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang menjaga kelancaran acara selama sepekan penuh.

Salah satu momen paling ditunggu adalah penyerahan piala kepada para juara. Kapolres Bener Meriah secara langsung menyerahkan trofi kepada peraih juara 1, 2, dan 3 pada Kelas III Tahun Remaja 1400 meter, disambut sorak sorai para penonton dan pendukung.

Ketua panitia, Rudy Sabar Uddin, dalam laporannya menyebutkan bahwa event tahun ini diikuti oleh 196 ekor kuda dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak. Semoga kami bisa terus belajar dan meningkatkan kualitas event pacuan kuda di masa mendatang,” ujar Rudy.

Sementara itu, Wakil Bupati Bener Meriah Ir. Armia menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang menurutnya bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga sarana pelestarian budaya warisan leluhur masyarakat Gayo.
“Pacuan kuda bukan sekadar perlombaan, tapi bagian dari jati diri masyarakat Gayo yang perlu terus dijaga. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan dikembangkan, agar generasi muda kita tumbuh dengan rasa cinta terhadap budaya lokal,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.

Dengan penutupan ini, Trisatria Cup 2025 bukan hanya meninggalkan catatan prestasi bagi para peserta, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat yang terlibat dan menyaksikan langsung semangat pelestarian budaya dalam balutan kompetisi yang sehat dan meriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *