Bangun Kesadaran Sejak Dini, Polisi Jadi Pembina Upacara dan Edukasi Anti-Bullying di SD Lut Kucak

Bangun Kesadaran Sejak Dini, Polisi Jadi Pembina Upacara dan Edukasi Anti-Bullying di SD Lut Kucak
Bener Meriah – Dalam upaya mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, Kepolisian Sektor (Polsek) Wih Pesam melaksanakan program “Polisi Negehi Sekulah” dengan hadir langsung di tengah-tengah pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 2 Juni 2025, bertempat di halaman SD Negeri Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.
Bripka Ismail, S.H., selaku Kanit Binmas Polsek Wih Pesam, tampil sebagai pembina upacara dan menyampaikan himbauan penting tentang bahaya bullying di lingkungan sekolah. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan biasa, tetapi bentuk kekerasan yang dapat berdampak serius secara fisik maupun mental.
“Kami ingin membentuk kesadaran sejak usia dini, bahwa tindakan bullying adalah bentuk kekerasan yang harus dihentikan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi semua siswa,” ujar Bripka Ismail dalam pidatonya di depan para guru dan siswa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Ibu Arwita, S.Pd., M.Pd., seluruh dewan guru, dan 80 siswa SD Negeri Lut Kucak. Dalam sesi penyuluhan, Bripka Ismail menjelaskan secara rinci pengertian, jenis-jenis, dampak, dan upaya pencegahan bullying, termasuk pentingnya keterlibatan guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas intimidasi.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
Jenis Bullying: Fisik (memukul, menendang), verbal (menghina, mengejek), serta tindakan intimidasi lainnya.
Dampak Bullying: Gangguan psikologis seperti stres, depresi, hingga penurunan kepercayaan diri dan isolasi sosial.
Pencegahan: Waspada terhadap tanda-tanda awal, menciptakan ruang kelas yang aman, dan melibatkan orang tua dalam penanganan kasus.
Di tempat terpisah Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan, melalui kegiatan ini berharap kesadaran kolektif seluruh elemen sekolah dapat tumbuh, agar tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan bisa dicegah secara efektif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif, dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan melibatkan siswa dan tenaga pendidik, Polres Bener Meriah terus berupaya hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra edukatif masyarakat.
