Pulihkan Senyum Anak Pengungsi, Mabes Polri Gelar Trauma Healing di Bener Meriah

Redelong — Di tengah suasana pengungsian pascapanik akibat kenaikan status Gunung Burni Telong dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), Mabes Polri menghadirkan secercah keceriaan bagi anak-anak pengungsi. Kegiatan trauma healing digelar di Pos Pengungsian Universitas Syiah Kuala, Desa Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Trauma Healing Polri yang dipimpin AKBP Agung Aditama, S.Psi., M.Psi., selaku Ketua Tim, dengan melibatkan enam personel berkompeten di bidang pendampingan psikologis, yakni AKP Yulizan (Kabag SDM), IPTU Rahmini Ariyanti, S.Psi., M.M., PENDA I Nadia Radhiaty, S.Psi., BRIPKA Darma Yoga, BRIPDA Safwanda, S.Psi., dan BRIPDA Ikhwan Trishanda, S.Psi.
Tim trauma healing menyambangi langsung lokasi pengungsian untuk memberikan pendampingan psikologis serta menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak yang terdampak. Kehadiran tim disambut antusias oleh para pengungsi. Senyum dan tawa anak-anak tampak menghiasi suasana pengungsian saat berbagai aktivitas interaktif berlangsung.
Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari ice breaking, permainan edukatif, kuis, hingga tantangan bernyanyi. Anak-anak yang berani tampil dan berpartisipasi aktif mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi, sehingga mampu mengalihkan perhatian dari rasa takut dan cemas yang mereka alami.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini merupakan bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok paling rentan.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita lindungi, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan emosionalnya. Melalui trauma healing ini, kami berharap anak-anak dapat kembali ceria, merasa aman, dan perlahan pulih dari rasa takut akibat situasi darurat yang mereka alami,” ujar Kapolres.
Selain fokus pada anak-anak, tim juga melakukan interaksi langsung dengan pengungsi dewasa melalui dialog santai dan pemberian penguatan psikologis. Langkah ini diharapkan dapat membantu para pengungsi tetap tenang, kuat, dan optimis dalam menjalani masa pemulihan pascapanik.
Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memberikan pendampingan kemanusiaan dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak bencana.
