Kapolsek Wih Pesam Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMPN 1 Wih Pesam
Kapolsek Wih Pesam Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMPN 1 Wih Pesam
Bener Meriah – Suasana religius dan penuh antusiasme terlihat di halaman SMP Negeri 1 Wih Pesam, Kamis (20/11/2025), saat ratusan siswa, guru, dan orang tua mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting Kecamatan Wih Pesam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid SDM Dinas Syariat Islam Bener Meriah Yusra Alfatah, S.H.I., Kapolsek Wih Pesam Iptu Zahrul, perwakilan Danramil 02/WPS Pelda Simbolon, Sekcam Wih Pesam Teguh Pribadi, Wakil Kepala Sekolah Dian Harianto, Ketua Komite Sekolah M. Syarif, para dewan guru, wali murid, serta sekitar 409 siswa-siswi SMPN 1 Wih Pesam.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Dian Harianto menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi telah menjadi agenda rutin sekolah setiap tahun. Ia juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat sumbangan sukarela dari guru, siswa, dan wali murid. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat mengambil teladan dari akhlak Nabi Muhammad SAW dan memperkuat nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan lantunan Shalawat Badar yang dibawakan bersama-sama oleh peserta. Salah satu momen yang paling menyentuh adalah penyerahan santunan kepada anak yatim yang berlangsung dengan penuh haru.
Puncak acara diisi ceramah oleh Tgk. Kasdir dengan tema “Zaman Jahiliyah dan Kelahiran Nabi Muhammad SAW”. Dalam penyampaiannya, ia mengulas kondisi masyarakat Arab pra-Islam yang dikenal dengan istilah Jahiliah, ditandai dengan penyembahan berhala, perang antarsuku, dan perilaku sosial yang jauh dari nilai moral. Ia kemudian menjelaskan bagaimana kehadiran Islam membawa perubahan besar melalui ajaran tauhid, etika sosial, penghargaan terhadap perempuan, hingga dorongan terhadap ilmu pengetahuan.
Tgk. Kasdir juga menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa cahaya peradaban bagi umat manusia. Ia turut menyinggung sejarah perkembangan perayaan Maulid, termasuk peran Sultan Salahuddin Al-Ayyubi dalam mempopulerkannya untuk memperkuat persatuan umat Islam.
Acara ditutup dengan doa bersama, dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Pihak sekolah berharap momen ini dapat mempererat silaturahmi antara sekolah, masyarakat, dan aparat setempat, sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter religius bagi para siswa.
