Sidokkes Polres Bener Meriah Sosialisasikan Bahaya Virus Nipah kepada Personel

Sidokkes Polres Bener Meriah Sosialisasikan Bahaya Virus Nipah kepada Personel

 

Bener Meriah – Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan personel terhadap ancaman penyakit menular, Sidokkes Polres Bener Meriah melaksanakan sosialisasi kesehatan terkait Virus Nipah kepada seluruh personel Polres Bener Meriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Tri Brata Polres Bener Meriah, usai pelaksanaan apel pagi, Jumat (6/2/2026).

 

Sosialisasi dipimpin oleh Kasi Dokkes Polres Bener Meriah, Ipda Kalimashuri, bersama dr. Mahrona Kartika yang memberikan pemaparan secara menyeluruh mengenai virus Nipah, mulai dari asal usul, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahannya.

 

Dalam penyampaiannya, Ipda Kalimashuri menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus zoonosis, yakni virus yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia dan diketahui berasal dari kelelawar buah yang menjadi reservoir alami virus tersebut.

 

“Virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi, maupun melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi antar manusia melalui kontak erat dengan penderita,” jelas Ipda Kalimashuri.

 

Sementara itu, dr. Mahrona Kartika menambahkan bahwa gejala infeksi Virus Nipah dapat bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, hingga gangguan pernapasan. Pada kasus yang lebih berat, virus ini dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian.

 

Lebih lanjut, dr. Mahrona mengimbau seluruh personel agar selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan utama. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menghindari kontak langsung dengan hewan liar, memastikan makanan dan minuman dalam kondisi bersih dan higienis, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

 

“Kewaspadaan sangat penting, terutama bagi personel yang bertugas di lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan personel dapat melindungi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat dari potensi penyebaran penyakit,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *