Polisi Monitoring Warga Terdampak Bencana di Huntara Gajah Putih, Fasilitas Dasar Tersedia

Polisi Monitoring Warga Terdampak Bencana di Huntara Gajah Putih, Fasilitas Dasar Tersedia

 

Bener Meriah – Kepolisian Resor Bener Meriah melalui jajaran Polsubsektor Gajah Putih terus melakukan pemantauan terhadap warga terdampak bencana alam yang kini menempati hunian sementara (huntara) di Kampung Reronga, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (25/4/2026).

 

Kasi Humas Polres Bener Meriah, Ipda Eriadi, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh personel piket Polsubsektor Gajah Putih guna memastikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi dengan baik.

 

“Hunian sementara ini telah ditempati oleh warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Gajah Putih,” ujar Ipda Eriadi.

 

Dari hasil pemantauan di lapangan, pembangunan huntara telah rampung dan saat ini sudah dihuni oleh masyarakat. Namun demikian, masih terdapat kendala pada ketersediaan air bersih. 

 

Proses pengeboran sumur bor yang dikerjakan oleh PT Waskita (BUMN) masih berlangsung, dengan kedalaman mencapai 60 meter, namun sumber air bersih belum ditemukan secara optimal.

Meski demikian, fasilitas dasar di lokasi huntara telah tersedia, seperti listrik, kompor gas, kipas angin, dan tilam untuk kebutuhan sementara warga. 

 

Secara keseluruhan, terdapat 20 unit huntara yang telah ditempati oleh masyarakat terdampak.

Adapun jumlah warga yang menempati hunian sementara tersebut berasal dari beberapa desa, yakni Kampung Reronga sebanyak 6 kepala keluarga (KK), Desa Simpang Rahmat 12 KK, Desa Umah Besi 1 KK, serta Desa Alam Jaya 1 KK.

 

Pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

 

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kebutuhan warga terdampak bencana dapat terpenuhi dengan baik,”

tutup Ipda Eriadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *