Polres Bener Meriah Pastikan Huntara Layak Huni, Monitoring Langsung Penuhi Kebutuhan Korban Banjir Bandang di Gajah Putih

Bener Meriah – Polres Bener Meriah terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana. Melalui personel Polsubsektor Gajah Putih, dilakukan monitoring terhadap warga yang menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Reronga, Kecamatan Gajah Putih, Senin (29/6/2026).
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan monitoring bertujuan memastikan kondisi warga tetap aman, sekaligus mengecek kesiapan fasilitas pendukung di kawasan Huntara yang kini dihuni para korban banjir bandang dan tanah longsor.
“Huntara yang ditempati masyarakat telah dilengkapi berbagai fasilitas dasar seperti listrik, kompor gas, kipas angin, dan tempat tidur. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kebutuhan warga terpenuhi, termasuk percepatan penyediaan sumber air bersih,” ujar AKBP Aris Cai Dwi Susanto.
Berdasarkan hasil monitoring, pembangunan 20 unit Huntara telah selesai dan saat ini dihuni oleh 20 Kepala Keluarga, terdiri dari 6 KK asal Kampung Reronga, 12 KK dari Kampung Simpang Rahmat, 1 KK dari Kampung Umah Besi, serta 1 KK dari Kampung Alam Jaya.
Di lokasi yang sama, proses pengeboran sumur bor oleh PT Waskita (BUMN) masih terus berlangsung. Hingga kedalaman sekitar 60 meter, tim masih berupaya menemukan sumber air bersih yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni Huntara.
Kapolres menegaskan, Polres Bener Meriah akan terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan monitoring dan koordinasi lintas instansi, guna memastikan seluruh warga terdampak bencana memperoleh rasa aman, pelayanan terbaik, serta fasilitas yang layak selama menempati hunian sementara hingga proses pemulihan selesai.
