Pasca Banjir dan Longsor, Polsek Pintu Rime Gayo Pastikan Akses Jalan Kembali Bisa Dilintasi

Bener Meriah – Pasca terjadinya bencana banjir dan longsor yang berdampak terhadap sejumlah akses jalan dan jembatan, personel Polsek Pintu Rime Gayo (PRG) Polres Bener Meriah terus melakukan monitoring serta pengamanan arus lalu lintas di sejumlah titik terdampak.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Selasa (22/9/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga 12.00 WIB, dengan menyasar sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, di antaranya Kampung Blang Rakal, Wih Porak, Simpang Lancang, Km 60 Kampung Rimba Raya, serta Tenge Besi Kampung Gemasih.
Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek PRG melakukan pemantauan kondisi jalan dan jembatan sekaligus membantu pengaturan arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengaturan dilakukan dengan sistem buka tutup untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan pengguna jalan.
Hasil monitoring menunjukkan akses jalan dan jembatan dari sejumlah titik tersebut menuju Kecamatan Gajah Putih sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat dengan penerapan sistem buka tutup.
Sementara itu, di Jembatan Kampung Wih Porak saat ini masih dilakukan penanganan berupa pemasangan empat unit peti kemas oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan akses pascabencana.
Kasihumas Polres Bener Meriah Ipda Eriadi mengatakan, kegiatan monitoring dan pengamanan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memastikan kondisi akses masyarakat tetap terpantau serta arus kendaraan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
“Personel terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta membantu pengaturan arus lalu lintas. Kami mengimbau masyarakat yang melintas agar tetap berhati-hati, mematuhi pengaturan petugas dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan,” ujar Ipda Eriadi.
Polres Bener Meriah melalui jajaran Polsek PRG juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka mendukung proses penanganan dan normalisasi akses jalan maupun jembatan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar.
