Polsek Pintu Rime Gayo Monitoring Huntara, Pastikan Warga Terdampak Banjir Bandang Tetap Terlayani

Bener Meriah – Polsek Pintu Rime Gayo terus melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/6/2026).

Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, S.H., mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor tetap terpantau serta kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi.

“Monitoring ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana. Kami ingin memastikan warga yang menempati Huntara mendapatkan fasilitas yang memadai serta merasa aman dan nyaman selama masa pemulihan,” ujar AKP Suci.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebanyak 41 unit rumah hunian sementara telah selesai dibangun dan siap ditempati oleh warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Pintu Rime Gayo pada November 2025 lalu.

Selain itu, proses pengeboran sumur bor yang dikerjakan oleh PT Waskita selaku BUMN pelaksana juga menunjukkan hasil positif. Sumur dengan kedalaman sekitar 60 meter telah menemukan sumber air bersih yang nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni Huntara.

Kapolsek menjelaskan, sejumlah fasilitas dasar telah tersedia di kawasan Huntara, seperti jaringan listrik, air bersih, kompor gas, kipas angin, serta tilam bagi para penghuni. Namun demikian, hasil monitoring juga menemukan sejumlah kendala yang perlu segera mendapat perhatian.

“Masih terdapat 26 unit Huntara yang dinilai belum layak huni secara optimal karena belum tersedianya drainase atau saluran pembuangan air. Kondisi ini menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah saat curah hujan tinggi. Selain itu, beberapa bagian atap juga ditemukan mengalami kebocoran,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, aktivitas belajar mengajar bagi siswa dan siswi SD Negeri Uning Mas telah kembali berjalan dengan memanfaatkan tenda darurat yang didirikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah sebagai ruang belajar sementara pascabencana.

Adapun warga yang saat ini menempati Huntara di Kampung Blang Rakal berasal dari beberapa desa terdampak, yakni Desa Uning Mas sebanyak 26 kepala keluarga (KK), Desa Pantan Sinaku 3 KK, Desa Negeri Antara 3 KK, Desa Blang Rakal 3 KK, Desa Wih Porak 1 KK, Desa Pancar Jelobok 3 KK, Desa Bener Meriah 1 KK, dan Desa Alur Cincin 1 KK.

AKP Suci menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kondisi Huntara semakin baik dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara maksimal hingga proses pemulihan selesai.

“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, melakukan pemantauan secara berkala, serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar warga terdampak bencana mendapatkan pelayanan dan perhatian yang optimal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *