Apel Kebangsaan di Bener Meriah, Forkopimda dan Masyarakat Teguhkan Komitmen Jaga Perdamaian

Apel Kebangsaan di Bener Meriah, Forkopimda dan Masyarakat Teguhkan Komitmen Jaga Perdamaian

BENER MERIAH – Semangat menjaga persatuan, kedamaian, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diteguhkan dalam Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar di Gedung Olah Raga dan Seni (GORS) Simpang Tiga, Kampung Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abu Bakar, Komandan Korem 011/Lilawangsa Komjen TNI Ali Imran, Komandan Brigif TP 047 Amanremu Letkol Inf Raden Aldi Wibisono, S.E., M.P.M., Ketua DPRK Bener Meriah M. Saleh, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto, S.H., serta unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.

Apel tersebut juga diikuti jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, para camat, kapolsek, danramil, mukim, reje kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan serta para peserta lainnya.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Sekretaris Daerah Bener Meriah Riswandika Putra, S.STP., M.AP., disebutkan bahwa apel kebangsaan dan deklarasi damai digelar sebagai upaya memperkuat rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, sekaligus menjaga kerukunan serta keharmonisan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan dan kedamaian di Kabupaten Bener Meriah.

“Melalui apel kebangsaan dan deklarasi damai ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran seluruh masyarakat untuk mengedepankan persaudaraan, toleransi, serta menyelesaikan setiap perbedaan dengan cara-cara yang damai dan bermartabat,” ujarnya dalam laporan tersebut.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abu Bakar dalam sambutannya menekankan bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia. Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, adat, budaya dan agama harus menjadi kekuatan yang dipersatukan dalam identitas kebangsaan Indonesia.

“Tanoh Gayo adalah rumah kita bersama,” tegasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk memaknai perjuangan mempertahankan kemerdekaan di masa kini dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan, ketertiban dan semangat gotong royong.

Ia menegaskan, Merah Putih tidak cukup hanya dikibarkan di tiang, tetapi juga harus tercermin dalam sikap, tindakan dan pengabdian kepada daerah serta bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, ketika terjadi bencana, konflik maupun keadaan luar biasa lainnya, pemerintah harus mampu bertindak cepat, tepat dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah perjuangan daerah, khususnya Radio Rimba Raya dan sejarah Reje Linge. Kedua sejarah tersebut dinilai memiliki nilai penting sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda dalam memahami perjuangan, persatuan, keberanian dan kecintaan terhadap tanah air.

Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah menyebarkan berita yang dapat menimbulkan keresahan, perpecahan dan konflik di tengah masyarakat,” pesannya.

Bupati berharap apel kebangsaan dan deklarasi damai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, kedamaian, persatuan dan keharmonisan di Kabupaten Bener Meriah.

Senada dengan hal tersebut, Komandan Korem 011/Lilawangsa Komjen TNI Ali Imran mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dan situasi keamanan di Aceh.

Ia menyinggung insiden yang terjadi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang berkaitan dengan simbol-simbol negara. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memprovokasi masyarakat.

“Mempertahankan kemerdekaan bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi merupakan tugas kita bersama,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bener Meriah yang terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Indonesia adalah Aceh dan Aceh adalah Indonesia. Mari kita jaga situasi yang damai,” ujarnya.

Pesan kebangsaan tersebut kemudian ditegaskan melalui pembacaan Deklarasi Damai oleh Duta Pancasila Paskibra Indonesia Kabupaten Bener Meriah yang diikuti seluruh peserta.

Dalam deklarasi itu, seluruh elemen masyarakat menyatakan setia dan mempertahankan Pancasila serta UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga dan menghormati simbol-simbol negara, melestarikan Bhinneka Tunggal Ika serta mengecam segala bentuk kegiatan yang merendahkan simbol dan lambang negara Republik Indonesia.

Deklarasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan oleh Bupati Bener Meriah, Wakil Bupati, Danrem 011/Lilawangsa, Danbrigif 047 Amanremu dan unsur Forkopimda Kabupaten Bener Meriah.

Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”, dilanjutkan persembahan drama kolosal dari siswa MAN 3 Timang Gajah dengan tema “Bersatulah Indonesiaku”.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen yang hadir kembali meneguhkan satu pesan utama: Merah Putih di hati, persatuan dalam tindakan, dan damai untuk Bener Meriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *