Polsek Wih Pesam Edukasi 112 Peserta BLK, Tekankan Bahaya Kenakalan Remaja dan Narkoba

Bener Meriah – Polsek Wih Pesam terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan seksual di kalangan generasi muda. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula BLK Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesam, tersebut diikuti sebanyak 112 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap III Tahun 2026.
Kapolsek Wih Pesam Iptu Zahrul diwakili Kanit Binmas Polsek Wih Pesam Aipda Ismail, S.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah Abd. Kadir, S.T., M.Si., Kepala BLK Endang Mayuzar, S.Pd., M.Pd., serta staf pelaksana BLK Ardiansyah.
Dalam penyampaiannya, Aipda Ismail mengajak seluruh peserta untuk mengikuti sosialisasi dengan serius serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul akibat pergaulan yang salah, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.
“Jangan pernah mencoba narkoba, karena sekali mencoba dapat menjadi awal dari ketergantungan dan merusak masa depan. Begitu juga dengan kenakalan remaja, jangan sampai pergaulan yang salah membuat cita-cita dan harapan orang tua menjadi sia-sia,” pesan Aipda Ismail kepada para peserta.
Ia menjelaskan, kenakalan remaja dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari lingkungan pergaulan, keluarga, teman sebaya, kondisi sosial, hingga kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua. Jika tidak dikendalikan, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain serta berhadapan dengan konsekuensi hukum.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, dan masa depan. Para peserta juga diingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tak kalah penting, sosialisasi juga membahas pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual. Peserta diajak memahami pentingnya menghormati diri sendiri dan orang lain, menjaga batasan dalam pergaulan, serta berani melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan maupun pelecehan seksual.
Aipda Ismail berharap edukasi tersebut tidak hanya berhenti di lingkungan BLK, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Karena itu, mari bersama-sama menjaga pergaulan, menjauhi narkoba, menghormati sesama dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak masa depan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut berakhir pada pukul 12.10 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
