Polsek Pintu Rime Gayo Monitoring Huntara, Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Bencana Terpenuhi

Bener Meriah – Polsek Pintu Rime Gayo Polres Bener Meriah terus memastikan kondisi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor mendapatkan perhatian. Salah satunya melalui kegiatan monitoring masyarakat yang menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Selasa (18/8/2026).
Monitoring yang dilaksanakan personel piket Polsek Pintu Rime Gayo tersebut berlangsung sekira pukul 11.40 WIB. Kegiatan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian sekaligus memastikan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat dapat berfungsi dengan baik.
Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Suci, S.H., mengatakan saat ini telah selesai dibangun sebanyak 41 unit Huntara yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Monitoring ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang menempati Huntara mendapatkan kondisi yang layak serta fasilitas dasar yang dibutuhkan,” ujar AKP Suci.
Berdasarkan hasil monitoring, Huntara telah dilengkapi sejumlah fasilitas dasar, di antaranya listrik, air bersih, kompor gas, kipas angin dan tilam sementara. Selain itu, pembangunan sumur bor yang dikerjakan oleh PT Waskita juga telah mencapai kedalaman sekitar 60 meter dan telah ditemukan sumber air bersih yang nantinya dapat dimanfaatkan warga penghuni Huntara.
Namun demikian, dari hasil pemantauan di lapangan masih ditemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian. Sebanyak 26 unit Huntara yang ditempati warga disebut belum sepenuhnya layak karena belum tersedia drainase atau saluran pembuangan air yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan berpotensi masuk ke dalam hunian ketika hujan turun. Beberapa bagian atap juga ditemukan mengalami kebocoran.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan fasilitas yang masih perlu diperbaiki. Harapannya, seluruh warga dapat menempati Huntara dengan aman dan nyaman,” kata AKP Suci.
Selain memantau kondisi Huntara, personel juga memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana. Untuk mendukung proses belajar mengajar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah telah menyediakan tenda darurat yang digunakan sebagai tempat belajar siswa dan siswi SD Negeri Uning Mas yang terdampak bencana pada 26 November 2025.
Adapun warga yang saat ini menempati Huntara di Kampung Blang Rakal berasal dari sejumlah desa, yakni Kampung Uning Mas sebanyak 26 KK, Pantan Sinaku 3 KK, Negeri Antara 3 KK, Blang Rakal 3 KK, Wih Porak 1 KK, Pancar Jelobok 3 KK, Bener Meriah 1 KK dan Alur Cincin 1 KK.
AKP Suci menegaskan, Polsek Pintu Rime Gayo akan terus hadir melakukan monitoring secara berkala guna memastikan keamanan serta kondisi warga yang masih menjalani kehidupan di Huntara.
“Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait akan terus bersinergi. Kami berharap warga tetap bersabar dan bersama-sama menjaga lingkungan Huntara agar tetap aman, bersih dan nyaman,” pungkasnya.
