Sosok Polisi Muda Ini Viral Usai Pimpin Yel-Yel Paskibraka Bener Meriah

Redelong – Bripda Arie Imam Hidayat viral di media sosial setelah video yang menampilkan aksinya memimpin yel-yel Paskibraka Kabupaten Bener Meriah menarik perhatian publik. Sebagai salah satu pelatih, Imam memimpin yel-yel bersama Paskibraka selepas mereka menunaikan tugas mengibarkan Sang Merah Putih di Lapangan Sengeda, Kabupaten Bener Meriah, Senin (17/8/2026).
Momen tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 38 detik yang diunggah melalui akun resmi Instagram Polres Bener Meriah, @polresbenermeriahpoldaaceh. Tak disangka, video itu kemudian viral dan menarik perhatian warganet.
https://www.instagram.com/reel/DcIVdplxGr2/?igsh=aGJ6b3FqdWtyNzli
Aksi Imam saat memimpin Paskibraka selepas upacara pengibaran bendera mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah akun media sosial turut membagikan kembali momen tersebut hingga membuat sosok Imam semakin dikenal publik.
Salah satu warganet bahkan memberikan apresiasi terhadap sosok pelatih di balik penampilan para Paskibraka tersebut.
“Sukses utk anak2 pelatih nya hebat2,” tulis akun @irhamnanaisal.
Bripda Arie Imam Hidayat merupakan personel Sihumas Polres Bener Meriah Polda Aceh yang lahir di Kabupaten Bener Meriah pada 20 Juli 2001. Imam telah dipercaya menjadi salah satu pelatih Paskibraka Kabupaten Bener Meriah sejak 2024 hingga 2026.
Bersama 12 rekan pelatih lainnya, Imam melatih dan membina pasukan Paskibraka selama lebih dari satu bulan hingga mereka mampu menjalankan tugas pada upacara pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, di balik momen yang viral tersebut, terdapat proses panjang yang dilalui Imam bersama para anggota Paskibraka. Ada lelah, disiplin, kebersamaan, hingga perjuangan yang akhirnya mengantarkan mereka menyelesaikan tugas dengan baik.
Setelah seluruh rangkaian tugas selesai, Imam meninggalkan pesan yang tidak hanya ditujukan kepada Paskibraka sebagai pasukan, tetapi juga sebagai generasi muda yang baru saja menyelesaikan satu tahap perjalanan.
“Kita pernah lelah, pernah jatuh, pernah ingin menyerah—namun kita memilih untuk tetap berdiri dan berjuang bersama,” ujar Imam, Kamis (20/8/2026).
Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka bahwa berakhirnya masa latihan bukan berarti berakhirnya perjuangan.
“Hari ini latihan kita berakhir, tetapi perjuangan kalian baru dimulai.”
Ucapan tersebut menjadi pesan seorang pelatih kepada anak didiknya setelah melewati proses panjang bersama.
Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan anggota Paskibraka 2026 atas kerja keras, disiplin, serta kebersamaan yang telah dibangun selama proses latihan.
“Terima kasih untuk setiap keringat, disiplin, dan kebersamaan. Bangga pernah membentuk kalian. Lebih bangga melihat kalian mampu berdiri tegak dengan perjuangan kalian sendiri.”
Di sisi lain, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi Bripda Arie Imam Hidayat yang dinilai telah membawa kebanggaan bagi institusi Polri, khususnya Polres Bener Meriah.
Menurutnya, menjadi pelatih Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membutuhkan kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta dedikasi untuk membentuk karakter generasi muda.
“Bripda Imam merupakan personel yang berdedikasi tinggi, berintegritas, dan profesional dalam bertugas. Apa yang diraihnya tidak didapatkan dengan mudah, tetapi melalui semangat juang, kerja keras, dan dedikasi yang luar biasa,” ujar Aris.
Kapolres berharap apa yang dilakukan Bripda Imam dapat menjadi inspirasi, baik bagi generasi muda maupun seluruh personel Polres Bener Meriah, untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Bagi Polres Bener Meriah, sosok Bripda Imam menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya terlihat ketika menjalankan tugas kepolisian di tengah masyarakat, tetapi juga ketika hadir untuk membentuk karakter, menanamkan disiplin, dan menyalakan semangat generasi muda.
Dari Lapangan Sengeda, nama Bripda Imam kini mulai dikenal lebih luas. Yel-yel yang menggema setelah Sang Merah Putih berkibar bukan sekadar penutup sebuah upacara, melainkan menjadi potret kecil dari perjalanan seorang polisi muda yang memilih untuk mengabdi dengan cara lain: membentuk, mendidik, dan menyalakan semangat generasi penerus.
