Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana, Pemkab Bener Meriah Bersama TNI-Polri Matangkan Kekuatan Personel dan Peralatan Operasional

BENER MERIAH – Memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana serta memastikan penanganan operasi berjalan cepat dan terkoordinasi, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama TNI-Polri dan instansi terkait menggelar rapat koordinasi tingkat kabupaten di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Kamis (05/11/2026).
Pertemuan lintas sektoral tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat sinergitas, serta memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga peralatan pendukung dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat di wilayah Kabupaten Bener Meriah.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, S.STP., M.AP., Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febrianto, S.H., perwakilan Kapolres Bener Meriah, Kepala KPH VI Wilayah Aceh, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Polres Bener Meriah, para Danramil, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala KPH VI Wilayah Aceh mengajak seluruh instansi untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan, mencegah kerusakan lingkungan dan pembalakan liar, sekaligus meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan patroli serta pengawasan kawasan hutan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Julpandi, S.E., M.H., menyampaikan dukungan penuh Polres Bener Meriah terhadap program kesiapsiagaan dan penanganan operasi. Polres Bener Meriah siap melaksanakan patroli mitigasi bencana di lima kecamatan yang telah ditentukan, yakni Kecamatan Pintu Rime Gayo, Wih Pesam, Bukit, Permata, dan Syiah Utama.
Upaya tersebut akan dilaksanakan melalui peningkatan patroli, antisipasi potensi kerawanan, serta koordinasi bersama instansi terkait guna memastikan langkah pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara terpadu.
Dalam arahannya, Sekda Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra menegaskan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan perhatian penting pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan mitigasi bencana vulkanologi, termasuk kesiapan lokasi penampungan apabila terjadi kondisi darurat yang mengharuskan masyarakat mengungsi dalam jumlah besar. Salah satu lokasi yang telah direncanakan berada di wilayah Kecamatan Timang Gajah, dengan kapasitas penanganan pengungsi yang diproyeksikan mencapai lebih dari 20.000 jiwa. Namun, sejumlah aspek kesiapan masih perlu dibenahi dan dimatangkan.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh instansi diharapkan dapat memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab, melakukan pengecekan kesiapan personel maupun peralatan operasional, serta menyusun langkah konkret dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
Sinergitas Pemerintah Kabupaten, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci utama dalam membangun kesiapsiagaan wilayah. Dengan koordinasi yang kuat dan kesiapan yang matang, diharapkan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi sedini mungkin serta penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah.
